Warna-Warni Taman Pelangi

Sungai Musi Kota Palembang

Sungai Musi

  • Lokasi : membelah Kota Palembang ilir dan Ulu
  • Sejarah/keunikan :
    Sungai Musi panjang 460 km lebar 200-400 m bermuara di Palembang yang aliran sungai menghubungkan dengan Selat Bangka
    Kekayaan panorama :
    - Jembatan Ampera
    - Pulau Kemaro dan Pulau Kerto
    - Benteng dan Plaza Kuto Besak
    - Kehidupan masyarakat di tepi sungai
    - Kawasan perindustrian (Pusri, Pertamina)

SEKILAS INFO SUNGAI MUSI

Sungai Musi ini panjangnya 460 km membelah provinsi Sumatra Selatan dari timur ke barat yang bercabang–cabang dengan delapan anak sungai besar yaitu : Sungai Komering, Ogan, Lematang, Kelingi, Lakitan, Semagus, Rawas, dan Batanghari Leko. Karena itu Sumatra Selatan dikenal dengan julukan Batanghari Sembilan.

Mengapa dinamai sungai Musi dan kapan nama tersebut mulai dipakai, tidak ada yang tahu pasti . Nama Musi ini terdapat di India, terjadinya hubungan kerajaan Sriwijaya dan kerajaan India atau nama tersebut diambil dari salah satu bahasa daerah Kayu Agung” Musi berarti ikut “ apakah Musi berarti aliran masih perlu penelitian lebih lanjut. Pada saat menelusuri sungai Musi ini kita dapat melihat permukiman penduduk seperti rumah rakit, PT. Pusri, Pertamina, daerah Bagus Kuning, Masjid Lawang Kidul, Masjid Ki Merogan, Benteng Kuto Besak, dan kegiatan masyarakat sehari-hari di sungai Musi tersebut.

Diperairan sungai Musi ini pada setiap hari jadi Kota Palembang dan hari ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan RI diadakanlah lomba Perahu Bidar dan Perahu Motor Hias. Masyarakat  yang menyaksikan peristiwa tidak hanya masyarakat kota Palembang tetapi juga masyarakat luar kota  Palembang bahkan wisatawan mancanegara . Untuk menikmati keindahan sungai Musi dapat menggunakan ketek, speed boat, atau untuk rombongan dengan jumlah besar dapat menggunakan kapal wisata” Sigentar Alam” dan kapal ”Putri Kembang Dadar”.

Selain itu, tahukah anda bahwa,

Sungai Musi mempunyai panjang 750 Km dan merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Sejak masa Kerajaan Sriwijaya, sungai ini terkenal sebagai sarana transportasi utama masyarakat. Di tepi Sungai Musi terdapat Pelabuhan Boom Baru dan Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.
Sungai Musi membelah Kota Palembang menjadi dua bagian kawasan,yaitu: seberang ilir di bagian utara dan seberang ulu di bagian selatan. Mata airnya bersumber di daerah Kepahiang, Bengkulu. Sungai ini merupakan muara sembilan anak sungai besar, yaitu Sungai Komering, Rawas, Batanghari, Leko, Lakitan, Kelingi, Lematang, Semangus, dan Ogan. Sungai Musi penting bagi masyarakat Palembang karena sebagai salah satu alternatif sarana transportasi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perahu (taksi) motor yang mondar-mandir membawa penumpang yang ingin menyeberang.
Biasanya pengunjung berdatangan pada sore hingga malam hari untuk menyaksikan matahari terbenam dan suasana malam yang diterangi lampu-lampu di sekitar sungai. Pada malam Minggu atau malam liburan lainnya, biasanya jumlah pengunjung yang mengunjungi jembatan Ampera dan sekitarnya akan lebih banyak.
Sungai Musi menjadi tempat rekreasi untuk tua-muda dan anak-anak, termasuk wisatawan di luar kota Palembang. Di kawasan ini, pengunjung dapat menyaksikan Rumah Rakit, yaitu rumah tradisional khas Palembang.
Pada hari-hari perayaan tertentu, misalnya Hari Peringatan Kemerdekaan Indonesia, diadakan festival air, seperti perlombaan perahu (bidar), kontes menghias perahu, perlombaan berenang menyeberangi sungai dan lain-lain.
Sungai Musi terletak di tengah kota Palembang, yang mana bagian ilir berada di Palembang bagian utara dan ulu berada di Palembang bagian selatan.
Untuk memasuki kawasan ini pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk karena Sungai Musi merupakan kawasan terbuka.
Untuk menuju ke Sungai Musi, pengunjung dapat menggunakan angkutan kota (angkot) dengan jurusan Ampera atau Pasar 16 Ilir dari terminal Sako Kenten Palembang, tarifnya sekitar Rp.1.500,- sampai Rp.5.000,- atau menggunakan Becak Palembang, dengan tarif sekitar Rp.5.000,- sampai Rp.10.000,-.
Di sekitar Sungai Musi terdapat banyak penginapan dengan tarif yang bervariasi antara Rp.250.000,- sampai Rp.5.000.000,-. Sedangkan untuk keperluan makan pengunjung tidak perlu bingung karena di tempat ini terdapat banyak rumah makan, baik yang ada di pinggir sungai atau di rumah terapung. Rumah-rumah makan tersebut menawarkan menu andalannya, seperti Pindang Ikan Patin yang merupakan makanan khas Palembang. Selain itu, di sekitar Sungai Musi terdapat penjual kerupuk, pempek Palembang dan kerajinan-kerajinan tangan, seperti songket dan kain jumputan.
Di kawasan Jembatan Ampera, pengunjung dapat menyewa perahu motor dengan tarif antara Rp.50.000, sampai Rp.100.000,- tergantung kelihaian penyewa dalam menawar.

Bagikan :

DESTINASI WISATA LAINNYA